Kesehatan

Seperti Inilah Gejala, Penyebab, Serta Cara Mengobati Bipolar

gejala-penyakit bipolar

Pengertian Bipolar

Bipolar disorder atau yang lebih dikenal dengan nama gangguan bipolar, merupakan sebuah kondisi gangguan mental yang bisa menyebabkan terjadiya perubahan mood secara ekstrim. Ya, masalah tersebut dapat membuat si penderita bipolar akan mengalami perubahan perasaan secara mendadak dari sangat bahagia (fase mania) hingga menjadi sangat terpukul / sedih (fase depresi). Kendati demikian, sering kali diantara perubahan keduanya, si penderita akan tetap mengalami kondisi suasana hati yang normal.

Ketika si penderita bipolar merasa sedih, maka ia akan merasa sangat tertekan, kehilangan harapan hidup, hingga tidak bersemangat untuk melakukan rutinitas sehari-hari. Lain lagi ceritanya ketika si pasien memasuki fase mania, maka ia akan merasa penuh semangat dan memiliki gairah hidup yang diluar batas normal. Itu sebabnya, mengapa penderita bipolar pada fase mania tampak seperti orang yang hiperkatif.

Menurut informasi yang di dapat, biasanya perubahan mood tersebut akan terjadi beberapa kali dalam setahun. Pada kasus yang sudah parah, maka perubahan mood ini dapat terjadi beberapa kali dalam kurun waktu seminggu lho! Tentunya kondisi jiwa yang seperti demikian bisa merusak hubungan pribadi, rendahnya motivasi serta produktivitas di tempat kerja, dan lain sebagainya. Bahkan yang lebih mengerikannya lagi, si penderita memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya.

Maka dari itu, orang-orang yang mengidap gangguan bipolar disorder ini sangat disarankan untuk menghubungi bantuan medis ketika mulai mengalami perubahan mood yang ekstrim.

Seberapa Umumkah Masalah Gangguan Bipolar?

Perlu kalian ketahui, bahwa gangguan bipolar ini kerap muncul di masa akhir remaja atau awal masa dewasa. Setidaknya, setengah dari keseluruhan kasus gangguan bipolar adalah mereka yang usianya di bawah 25 tahun. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan juga bahwa masalah gangguan bipolar bisa dialami oleh kalangan anak-anak maupun orang tua. Pada intinya, kita harus segera berkonsultasi dengan dokter ketika mengalami gejala-gejala dari bipolar disorder tersebut. Lalu, seperti apakah gejala-gejala yang ditimbulkannya? Nah, biar kalian gak penasaran, mending kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Beberapa Tipe Gangguan Bipolar Disorder

Sejatinya, setiap penderita bipolar disorder itu memiliki gejala yang gejala berbeda-beda. Ada dari mereka yang sering mengalami episode mania, ada juga penderitanya yang sering merasakan bipolar fase depresi. Adapun mengenai beberapa tipenya seperti berikut:

* Tipe Gangguan Bipolar I

Saat si penderita mengalami gangguan bipolar jenis I, maka ia akan mengalamisetidaknya satu episode mania yang bisa didahului oleh episode depresi hipomania.

* Tipe Gangguan Bipolar II
Pada gangguan bipolar tipe II, maka si penderita akan mengalami satu episode depresi, namun tidak akan mengalami episode mania. Umumnya, episode mania pada gangguan bipolar tipe I itu bisa jauh lebih parah dan membahayakan lho! Sedangkan pada bipolar tipe II akan membutuhkan waktu yang cukup lama, yang nantinya akan berlanjut ke gangguan lebih serius.

* Gangguan Siklotimik
Si penderita akan mengalami setidaknya 1 – 2 tahun di masa anak-anak, atau remaja dari banyak periode gejala episode hipomania dan depresi.

* Jenis lainnya
Jenis lain yang dimaksud, yakni bipolar dan gangguan yang berhubungan dengan obat-obatan atau zat tertentu, akibat adanya masalah kesehatan seperti penyakit stroke.

1. Gejala Bipolar Pada Fase Mania

Apabila si penderita bipolar telah masuk ke fase mania, biasanya ia akan merasakan peningkatan yang drastis pada energinya. Tak hanya itu, bahkan ia juga akan merasakan euphoria dan kreativitasnya pun akan meningkat. Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa penderita bipolar pada fase mania itu terlihat seperti orang yang hiperaktif. Berikut beberapa gejala yang kerap dialaminya seperti:
– Akan merasa sangat bahagia dalam jangka waktu yang lama
– Merasa seakan-akan tidak butuh tidur
– Berbicara dengan cepat karena piklirannya pun bergerak dengan cepat
– Tidak bisa diam pada satu tempat dan impulsive
– Sangat mudah terdistraksi
– Selalu menilai kemampuan diri sendiri secara berlebihan (overconfidence)
– Sudah mulai melakukan hal-hal yang bersifat negatif seperti melakukan pemborosan, judi, melakukan hubungan seks dengan tidak aman, dan berbelanja barang-barang yang tidak dibutuhkan.
– Sifat agresif dan mudah tersinggung
– Selalu menyalahkan orang lain
– Sering memicu konflik bahkan hingga gelap mata.

2. Gejala Bipolar Pada Fase Depresi

– Akan merasa sedih dan tidak memiliki harapan hidup dalam jangka waktu yang lama
– Selalu menjauh dari teman dan keluarga
– Tidak akan tertarik lagi pada hal-hal yang sebelumnya dianggap menyenangkan
– Perubahan pada selera makan (bisa jarang makan atau bahkan lebih bernafsu untuk makan)
– Merasa sangat lelah dan tidak memiliki energy
– Daya ingat serta konsentrasi menurun, serta tidak memiliki kemampuan untuk memutuskan sesuatu
– Sering terpikir untuk melakukan bunuh diri atau sering memikirkan hal-hal yang berbau kematian.

Penyebab Gangguan Bipolar Disorder

1. Kondisi Otak
Otak bisa melewati berbagai perubahan fisik yang dapat mempengaruhi tingkat bahan kimia otak (neurotransmitter) yang ada di dalamnya. Dengan kata lain, transmiter ini adalah zat-zat yang dapat mempengaruhi mood pada seseorang.

2. Keturunan (Genetik)
Jika ada orangtua maupun anggota keluarganya yang menderita gangguan bipolar, maka kemungkinan besar anaknya juga akan mengalami gangguan tersebut.

3. Pengaruh Lingkungan Sosial
Masalah gangguan bipolar disorder juga bisa disebabkan akibat pengaruh lingkungan sosial. Biasanya aktor-faktor tersebut seperti perasaan stress terhadap suatu kejadian trauma di masa kecil, rendahnya rasa percaya diri, hingga mengalami suatu kehilangan yang tragis.
Siapa Sajakah Yang Beresiko Terkena Gangguan Bipolar Disorder?
– Periode stress yang tinggi
– Penyalahgunaan alcohol hingga obat-obatan terlarang
– Mempunyai anggota keluarga penderita bipolar disorder maupun gangguan mental lainnya
– Mengalami sebuah peristiwa kehilangan yang terjadi secara tiba-tiba, seperti kehilangan harta, kematian orang yang dicintai, dan lain sebagainya.

Pengobatan Pada Penderita Bipolar Disorder

1. Terapi Obat

Biasanya dokter akan mmberikan resep obat pada si pasien, untuk menstabilkan suasana hatinya. Dengan begitu, hal tersebut bisa mencegah pada fase depresi yang kerap memicu tindakan bunuh diri. Jenis obat-obatan yang akan diberikan dokter itu terdiri dari antidepresan, penstabil mood, antipsikotik, hingga obat anti stress.

2. Konseling

Ada kemungkinan si penderita bipolar disorder perlu melakukan konseling untuk membicarakan kondisinya, dan mencari cara untuk melewati setiap fase emosi yang dialami.

3. Mencegah Penyalahgunaan Obat-obatan Terlarang
Semakin ketergantungan pada obat-obatan terlarang, maka gangguan bipolar disorder ini akan akan semakin sulit disembuhkan.

4. Perawatan Ke Rumah Sakit
Apabila kondisi si penderita sudah semakin parah dan membahayakan, maka cara paling tepat untuk menanganinya dengan membawanya ke untuk segera di larikan ke rumah sakit.

Baca Juga : Manfaat Air Kelapa Hijau Sebagai Bahan Minuman

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top