News

Apa itu LGBTQIA+

Apa itu LGBTQIA+

Apa itu LGBTQIA+ – LGBTQIA+ kembali heboh lagi setelah beredar video dari Lucinta Luna yang disebarkan oleh akun gosip Lambe Turah di media sosial.

Penganut bendera pelangi ini sebenarnya sudah ada sejak lama, namun makin lama makin marak di Indonesia. LGBTQIA+ atau dulu masih dikenal dengan singkatan LGBT merupakan orientasi seksual bukan sebuah gejala penyimpangan.

Hal tersebut telah di benarkan oleh World Health Organization (WHO). Orientasi seksual adalah kecenderungan seksual pada diri manusia. Ada 9 Orientasi Seksual pada manusia. Berikut penjelasannya:

  • Heteroseksual

Heteroseksua merupakan ketertarikan seseorang terhadapa manusia yang berbeda lawan jenis dengan dirinya sendiri.

Heteroseksual sering disebut degan istilah ”straight”. Orientasi seksual ini yang merupakan banyak ditemui di masyarakat atau yang paling umum diantara yang lainnya.

Lalu selain dari Heteroseksual orang-orang biasa menyebutnya Homoseksual atau pecinta sesama jenis.

  • Lesbian

Lesbian pasti sudah cukup awam ditelinga masyarakat. Lesbian adalah kecenderungan seorang perempuan menyukain sesama perempuan.

  • Gay

Selain lesbian, gay juga salah satu yang cukup sering terdengar juga di telinga masyarakat. Gay sama saja dengan Lesbian namun bedanya Gay bukan orientasi seksual yang terjadi pada perempua.

Akan tetapi terjadi pada laki-laki. Jadi Gay dapat diartikan salah satu kecenderungan seksual dimana Seorang laki-laki tertarik pada laki-laki juga.

  • Biseksual

Biseksual adalah kecenderungan seksual dimana seseorang menyukai atau tertarik pada laki-laki dan perempuan.

  • Transgender

Transgender adalah mengganti alat kelamin seseorang dari kelamin asalnya atau jenis kelamin pada saat mereka lahir ke dunia. Misalnya seorang laki-laki yang operasi kelain menjadi wanita. Begitupun sebaliknya

  • Queer

Queer merupakan perasaan dimana seseorang tidak merasakan bahwa dirinya adalah seorang perempuan maupun seorang laki-laki.

  • Interseksual

Interseksual yaitu seseorang yang merasakan jati dirinya tidak sesuai dengan alat kelamin yang dia miliki. Contohnya seorang laki-laki merasa bahwa dirinya berjiwa perempuan dan gejala-gejala yang dirasakan juga yaitu seorang perempuan.

Atau bisa juga seorang perempuan namun gejala yang ditimbulkan adalah gejala laki-laki. Misalnya tumbuh jakun, tumbuh kumis, suara membesar, dan lain sebagainya yang seharusnya terjadi pada pria.

  • Aseksual

Aseksual yaitu dimana seseorang tidak memiliki ketertarikan seksual pada lawan jenis maupun pada sesama jenis. Aseksual merupakan kebalikan dari Biseksual

  • Other Queer

Kecenderungan lainnya yang tidak termasuk pada golongan di atas. Di Indonesia sendiri terdapat lebih dai tiga ratus komunitas LGBTQIA+ yang tersebar di seluruh daerah.

Kegiatan mereka yaitu saling menguatan anggota yang kebanyakan tidak diterima oleh keluarga mereka. Selain itu, mereka juga memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sebenarnya LGBTQIA+ bukan merupakan sebuah penyakit.

Walaupun demikian menurut WHO kaum LGBTQIA+ merupakan orang-orang yang rentan terkena penyakit seksual seperti HIV/AIDS.

Di Indonesia sendiri LGBTQIA+ masih belum diterima oleh masyarakat, karena masyarakat percaya bahwa kaum LGBTQIA+ merupakan orang dengan kelainan penyakit dan melawan kodratnya sebgai laki-laki atau perempuan.

Menurut masyarakat Indonesia yang penduduknya mayoritas beragama Islam kaum LGBTQIA+ harus disembuhkan karena mereka melakukan dosa besar seperti yang tercantum pada kitab suci yang menjadi pegangan mereka yaitu Al-Qur’an.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top