News

Pemerintah menangkap Orang orang yang di duga terlibat ISIS

Pemerintah menangkap Orang orang yang di duga terlibat ISIS

Setelah kejadian Bom di Surabaya Pemerintah mulai tegas terhadap pelaku yang diduga sebagai anggota ISIS.Salah satu tindakan pemerintah adalah pada minggu 1 Juli 2018 di Pekanbaru, Riau Polisi menangkap seorang pria berinisial RH (21) RH yang diduga sebagai teroris yang memiliki jaringan atau berafiliasi dengan ISIS.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, AKBP Sunarto mengatakan pria tersebut juga terlibat dalam salah satu kasus pembunuhan sebelumnya.

Penangkapan dilakukan sekitar pukul 20.45 WIB. Pelaku pembunuhan terindikasi jaringan ISIS. Hal tersebut dinyatakan oleh Sunarto dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com.

Hal lain pun turut dikatan Sunarto bahwa penangkapan terhadap RH berlangsung di Jalan Cipta Karya, Gang Mesjid Nurul Illahi, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan,

Kota Pekanbaru. Berdasarkan hasil interogasi yang masih bersifat sementara, RH bersama YD alias AZ melakukan pembunuhan kepada Ahmad Syahwan.

Korban pembunuhan merupakan pimpinan di tempat YD tinggal.Setelah pembunuhan YD kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang.

Kronologis dari pembuhuhan itu sendiri berawal dari RH yang diajak YD untuk melakukan pembunuhan. RH yang bekerja sebagai tukang jahit disangkakan dengan Pasal 338 KUHP, karena melakukan tindak pidana dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain.

Lebih lanjut, sewaktu melakukan penggeledahan terhadap rumah tersangka, polisi menemukan barang-barang yang berkaitan dengan organisasi ISIS.

Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya 4 helai bendera ISIS, 1 bilah kapak, dan 3 keping CD. Selain itu ada satu kaleng cat warna putih digunakan untuk membuat bendera ISIS. Lalu saat ini tersangka sedang diamankan di Polresta Pekanbaru untuk proses lebih lanjut.

Dengan adanya salah satu contoh tersebut aparat kepolisian terus melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap terduga teroris di seluruh wilayah di Tanah Air.

Penangkapan yang terduga bagian dari ISIS dilakukan khususnya pasca-sejumlah aksi teror bom di Surabaya. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyatakan, hingga saat ini kepolisian telah berhasil menangkap 138 orang terduga teroris.

Diantara orang yang di tangkap 17 orang dinyatakan tewas.Tito mengungkapkan, dirinya telah memerintahkan kepada jajarannya untuk melakukan langkah-langkah hukum terkait pemberantasan terorisme.

Tindakan ini dilakukan berdasarkan undang-undang baru terkait terorisme. Yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018yang disahkan pada tanggal 22 Juni 2018.

Di dalam undang-undang tersebut, dijelaskan tentang bentuk-bentuk kejahatan terorisme lainnya yang belum diatur dalam undang-undang sebelumnya.

Undang-undang itu juga mengatur terkait masa penahanan dan penangkapan. Berawal dari rencana waktu penangkapan selama 7 hari menjadi 21 hari dilakukan.

Densus 88 Antiteror menindak lanjuti terduga teroris di sejumlah lokasi di Jawa Barat. Terutama di daerah pesantren pesantren yang tidak terikat dalam sebuah kelompok atau organisasi.

Selain itu juga peemerintah menelusuri orang-orang yang pergi dan kembali dari Timur Tengah yang kita ketahui sebagai pusat dari organisasi ISIS.

Hal ini di khawatirkan karena sudah banyak warga Indonesia yang pergi kesana dan sekembalinya kesini otaknya sudah di cuci utuk melakukan aksi teror.

Pemerintah berharap aksi teror di Indonesia akan berkurang dengan diadaannya undang undang yang baru di buat pada tahun 2018 ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top