News

Penyelidikan Perampokan Anak Buah Moeldoko

Penyelidikan Perampokan Anak Buah Moeldoko

Polisi daerah Jakarta Barat memberikan pernyataan terkait pemburuan terhadap para pelaku perampokan yang menggunakan modus mengempiskan ban.

Dimana peristiwa ini menyerang korban yang merupakan staf dari ahli muda kedeputian III Bidang Kajian Pengelolaan dan Isu Ekonomi Strategis Kantor Staf Kepresidenan yakni Armedya Dewangga.

Penyelidikan mengenai peristiwa perampokan ini yang terjadi pada tanggal 8 Juni 2018 lalu hingga saat ini belum ditemukan titik terang penyelesaian dari penyelidikan siapa pelaku yang merampok staf tersebut.

Edi Suranta Sitepu selaku Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP menilai penyelidikan dilangsungkan segera setelah menerima laporan dari Armedya pada waktu itu di polsek taman sari pada hari terjadi nya kejadian perampokan tersebut.

Namun bagian penyelidikan menanggapi bahwa lama penyelidikan akan bergantung pada jumlah barang bukti yang dapat di temukan pada lokasi terjadinya kejadian perampokan tersebut.

Semenjak tanggal 8 Juni 2018 lalu telah merencanakan dan menjalan kan beberapa progress atau langkah – langkah dalam menjalankan penyelidikan tersebut.

Namun dikarenakan jumlah bukti – bukti yang minim menjadikan proses penyelidikan memerlukan waktu yang cukup panjang hingga sampai saat ini hampir menyita waktu selama satu bulan belum menemukan titik ujung selesai dari penyelidikan masalah ini.

Pada saat ditanyakan mengenai kamera pemantau yang ada di lokasi kejadian yakni tepatnya di jalan gajah mada kawasan Taman sari tersedia atau tidak.

Bagian penyelidikan menjawab bahwa tersedia kamera pemantau namun tim penyelidik belum dapat memastikan berapakah jumlah dari pelaku yang melakukan perampokkan tersebut.

Dikarenakan serangkaian penyelidikan memiliki waktu yang dibutuhkan cukup lama tidak menutupi kemungkinan yang terjadi adalah para pelaku telah melarikan diri hingga dimungkinkan pergi ke luar Jakarta.

Namun Edi selaku Kasat Reskrim tersebut tidak ingin menduga – duga dan juga tidak ingin menyampaikan hasil penyelidikan yang telah dilakukannya hingga saat ini.

Edi sempat mengaku bahwa dugaan pelaku yang melakukan perampokan tersebut ialah seorang tahanan yang ditangkap oleh polsek sawah besar dikarenakan dituduh sebagai pelaku pencurian terhadap armedya.

Namun hingga dilakukan penyelidikan dan pengecekan seorang tahanan tersebut bukanlah target pelaku perampokan yang dimaksudkan.

Dugaan sementara itu masih dicurigai namun ternyata tidak terdapat kaitan dengan permasalahan perampokan yang terjadi.

Perampokan terhadap Armedya ini dilakukan dengan pelaku pencuri menggunakan modus mengempiskan ban. Para pelaku perampokan meneriaki Armedya.

Untuk memberitahukan bahwa harus keluar dikarenakan ban kendaraannya kempes sehingga akan membuat Armedya keluar dari mobilnya.

Saat Armedya benar melakukan tindakan tersebut yakni keluar dari mobil maka secara tidak langsung ia masuk kedalam perangkap.

Para pelaku perampokan tersebut karena hal tersebut yang memang diinginkan oleh para perampok. Pelaku perampokan tersebut segera memanfaatkan situasi yang ada dengan merampok alias mengambil sejumlah barang – barang yang ada dalam mobil Armedya tersebut.

Ban dari mobil Armedya ini secara asli tidak kempis, hal ini hanya menjadi sebuah ilusi agar pengendara keluar dari mobilnya sehingga pelaku dapat mudah masuk ke dalam mobil tersebut.

Barang – barang yang dirampok adalah sebuah unit laptop jinjing bermerek MacBook, dua hardisk, dan uang tunai sebesar tiga koma tiga juta rupiah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top